Skip to main content
Driver gojek 2019

7 Alasan Kenapa Anda Sebaiknya Tidak Sampai Cancel Orderan Ojek Online

Siapa sih yang tidak pernah menikmati jasa ojek online di era milineal ini? kalau ada, wah sangat disayangkan sekali yah, tidak memanfaatkan teknologi yang sedang tren akhir-akhir ini.

Selain memang mudah dalam pemesanannya, juga tarif serta fitur menarik pada aplikasi ojek online membuat minat pengguna jadi sangat tinggi. Apalagi jika Anda berada di perkotaan, yang mana transportasi online ini menjadi pilihan terbaik dalam mengatasi rutinitas kemacetan.

Terlepas dari kenyamanan penggunaan ojek online, tentu Anda pernah sekali atau dua kali melakukan pembatalan order karena suatu hal. Tidak salah sih, kalau memang alasannya cukup masuk akal. Namun ada beberapa pihak yang sering memainkan tombol cancel ini saat melakukan pemesanan ojek online.

Jika Anda sering melakukannya, mending jangan diulangi lagi kalau memang tidak benar-benar harus cancel. Karena Anda harus tau apa akibat dari pembatalan order itu di lapangan.

Yuk simak 7 alasan kenapa Anda sebaiknya tidak melakukan cancel orderan ojek online?

1. Cancel Order Bisa Berdampak Pada Performa Driver Turun

Tip agar sering dapat order gojek 2019

Ada hal yang harus Anda tau bahwa pembatalan order dari pelanggan akan sangat mempengaruhi performa dari aplikasi driver. Performa driver merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh driver agar mendapat insentif hariannya saat mencapai poin tertentu.

Agar tidak menyusahkan drivernya, Anda sebaiknya tau bagaimana cara membatalkan orderan yang benar. Misalnya kalau driver berada di lokasi yang terlampau jauh untuk menjemput Anda dan driver merasa keberatan untuk itu.

Anda harus tau bahwa perhitungan secara keuangan, driver akan rugi jika melakukan penjemputan. Anda juga akan menunggu driver cukup lama mengingat jarak driver yang jauh. Jika Anda ingin membatalkan, pilihlah alasan pembatalan yang tidak merugikan driver.

Misalnya “Lokasi driver cukup jauh”, “Resto tutup” dan lain sebagainya. Alasan pembatalan yang bisa menurunkan performa driver antara lain “Driver minta pembatalan”, “Driver tidak mau menjemput” dan sebagainya.

2. Menaikkan Performa Driver Itu Tidak Mudah

Taukah bahwa menaikkan performa driver yang turun itu tidak mudah. Jika di awal sebelum pembatalan performa driver bisa mencapai 100%, maka jika terjadi satu kali pembatalan saja, maka performa driver tidak akan kembali ke 100% lagi.

Baca :  6 Manfaat Menggunakan Aplikasi GOJEK Customer Yang Harus Anda Ketahui

Misalnya driver telah menyelesaikan 2 order, kemudian mengalami pembatalan di order ketiga. Yang tadinya performa driver 100% menjadi 68%. Padahal untuk mencapai target cairnya insentif harian, performa penyelesaian driver harus melebihi 70%.

Dampak dari turunnya performa driver membuat driver lebih berjuang untuk menaikkannya, yang berarti driver membutuhkan waktu lebih untuk bekerja seharian ini.

3. Bisa Jadi Pembatalan Tersebut Membuat Akun Driver Menjadi Gagu

Ngetime di basecamp gojek
Image : tribunnews.com

Di aplikasi Gojek, penyebab akun gagu juga bisa disebabkan oleh performa driver yang buruk atau karena sering cancel order. Riwayat cancel order sendiri bisa terjadi karena driver sendiri yang melakukan pembatalan ataupun alasan pelanggan yang membatalkan.

Riwayat pembatalan pelanggan bisa terekam di riwayat driver apabila pelanggan melakukan pembatalan dengan alasan “driver meminta pembatalan”. Efeknya, driver akan sulit mendapatkan orderan atau sering disebut aku gagu.

Mimin Gojekblog juga pernah merasakan bagaimana tidak enaknya berada dalam posisi akun gagu. Sehari hanya dapat 2 sampai 3 orderan, tentu bukan hal yang produktif bagi mereka yang menjadikan ojek online sebagai mata pencaharian utamanya.

4. Ada Kalanya Pembatalan Itu Tidak Disertai Notifikasi di Aplikasi

Sah-sah saja melakukan pembatalan ojek online selama memang itu harus. Namun ada baiknya Anda memberi tahu pada drivernya jika Anda ingin melakukan pembatalan. Karena bisa saja saat Anda melakukan pembatalan, driver justru tidak menerima notifikasi pembatalan.

Kan kasihan jika drivernya sudah setengah jalan bahkan sudah sampai di depan rumah Anda, namun baru mengetahui kalau orderannya sudah dibatalkan. Selain rugi waktu, mereka juga kehilangan beberapa liter bahan bakar dan beberapa kalori di tubuhnya.

Apalagi jika itu pesan makanan. Sudah di bayar secara tuni, saat mau di geser di aplikasi, ternyata orderan menghilang yang berarti dibatalkan oleh pelanggan tanpa pemberitahuan. Terus bagaimana nasib makanan yang sudah dipesan? Bagaimana uang driver yang sudah terlanjur buat bayar? Kan kasihan.

Baca :  Tips Cara Pesan Go-Ride Agar Tidak Membingungkan Drivernya

5. Meskipun Customer Adalah Raja, Tapi Jangan Kelewatan

Kesalahan Yang Sering Dialami Oleh Driver Ojek Online Baru

Terkadang pengertian “Customer adalah raja” disalah artikan oleh pelanggan di negeri ini, terutama untuk pemesanan ojek online. Mereka beranggapan tukang ojek online lebih rendah dari mereka, alhasil mereka sering berkomunikasi yang tidak selayaknya serta menyuruh seenaknya, bahkan membatalkan pesanan karena hal-hal sepele.

Tidak cocok dengan wajah driver online, langsung cancel. Tidak cocok dengan kendaraan mitra online, langsung cancel. Terkadang hal sepele yang tidak sepatutnya dipermasalahkan, menjadi bahan alasan membatalkan pesanan hingga pemberian rating buruk di aplikasi, padahal driver sudah memberikan pelayanan yang baik.

Perlu Anda ketahui bahwa driver ini adalah mitra kerja dari perusahaan penyedia ojek online, bukan karyawan. Yang berarti para ojek online adalah mitra bisnis dari perusahaan ojek online itu sendiri.

6. Mereka Itu Pejuang Keluarga, Jangan Anggap Sebagai Sebuah Permainan

Banyak di antara para ojek online adalah para pejuang keluarga yang mengandalkan hasil dari ojek online ini untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Mereka sepenuhnya menggantungkan dari pekerjaan ojek online ini dari siang hingga malam untuk mendapatkan rezeki yang layak.

Dengan melihat hal tersebut, sebaiknya tidak melakukan cancel orderan jika itu tidak perlu. Apalagi melakukan pembatalan ojek online hanya sebagai permainan atau keisengan belaka. Karena ada banyak pihak yang akan dirugikan.

7. Sering Cancel Order Ojek Online, Bisa Berujung di Keroyok Tukang Ojek Online Loh

Tukang ojek online juga manusia biasa, yang memiliki rasa jengkel dan marah jika dipermainkan. Seperti video pengkeroyokan driver kepada pelanggan yang sempat viral di tahun 2017.

Video berdurasi 40 detik ini menunjukkan pengkeroyokan oleh rekan driver ojek online kepada pelanggan yang melakukan cancel order berkali-kali. Para driver merasa jengkel karena dipermainkan. Meskipun sudah meminta maaf, emosi driver tidak mereda dan terlihat beberapa kali melakukan pemukulan kepada pelaku.

Sebagai pelanggan yang baik, mungkin Anda punya hak untuk melakukan pembatalan ojek online. Kalau situasi tidak mendesak sekali, usahakan tidak melakukan pembatalan sepihak. Usahakan juga untuk konfirmasi kepada driver jika hendak membatalkan pesanan agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Salam Satu Aspal

Share This :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *