Skip to main content
demo gojek tentang insentif turun

Tarif Gojek Naik, Tapi Kenapa Banyak Driver Gojek Mengeluh Pendapatannya Menurun Drastis?

Dengan resminya aturan dasar tarif baru ojek online sesuai Peraturan Menteri Perhubungan no 12 Tahun 2019, guna meningkatkan kesejahteraan para driver ojek online. Namun pada kenyataannya, dengan diberlakukan sistem tarif baru tersebut tidak serta merta menaikkan pendapatan driver.

Kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik, pendapatan driver ojek online justru menurun drastis hingga 40%.

Kenaikan tarif dasar memang berlaku untuk pelanggan, namun bagi driver, kebijakan tarif baru tersebut pendapatan yang diterima justru malah menurun. Yang tadinya Rp 8.000 untuk perjalanan dibawah 4km, sekarang jadi Rp 7.200.

Kebijakan kenaikan tarif juga menyebabkan penurunan pelanggan yang menggunakan jasa ojek online. Hal ini menyebabkan tidak seimbangnya ongkos dan pendapatan yang diterima oleh driver ojek online.

Dengan berkurangnya pelanggan, terutama pelanggan yang masih sekolah membuat target waktu kerja para driver juga semakin panjang. Apalagi baru-baru ini kebijakan Gojek yang menurunkan insentif yang diterima oleh driver semakin membuat pendapatan mereka jadi sangat menurun.

Yang biasanya driver mencapai target poin dengan batas minimal order dengan penghasilan tadinya Rp 160.000 (jasa + bonus), sekarang hanya menjadi Rp. 120.000 (jasa+bonus). Padahal itu belum dipotong dengan biaya operational sehari-hari seperti bensin, makan dan lain sebagainya.

Dengan adanya penyesuaian insentif, beberapa komunitas driver melakukan demo diberbagai daerah, salah satunya terjadi di kota Pontianak 3 september kemarin. Para driver Gojek melakukan aksi demo di depan kantor DPRD kota Pontianak.

Dalam aksinya, ada tiga hal yang ditekankan, yakni kenaikan tarif, penurunan insentif serta persaingan antar sesama perusahaan layanan yang belum menerapkan aturan tarif dasar yang ditentukan oleh pemerintah.

 Jawaban Gojek Indonesia Soal Skema Penurunan Insentif

demo gojek tentang insentif turun
Image by pontianak.tribunnews.com

Menanggapi aksi protes di Bandar Lampung, pihak manajemen PT Aplikasi Karya Anak Negeri (Gojek Indonesia) Teuku parvinanda selaku Head of regional Coorporate Affairs Gojek akhirnya angkat bicara tentang skema baru dan penurunan insentif driver. Skema baru yang dikeluarkan guna keberlangsungan pendapatan mitra secara jangka panjang.

Baca :  Sensasi Driver Ojek Online di Zona Merah

penyesuaian insentif yang baru sebagai wujud apresiasi dari Gojek Indonesia atas kinerja yang dicapai oleh mitra Gojek. Dengan diberlakukannya skema insentif yang berbeda, diharap mitra dapat memberikan pelayanan yang baik bagi pelanggan.

Penurunan insentif juga diberlakukan guna mencari solusi keberlangsungan ekosistem Gojek. Dengan tarif order yang naik yang berarti pendapatan pokok driver juga naik, maka bonus tambahan yang merupakan penghargaan atas order harus diturunkan.

Manajemen Gojek menyebut, skema bonus dan insentif diubah secara berkala yang mengacu pada pengembangan dan perencanaan perusahaan.

Share This :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *