Skip to main content
Bolehkan driver menggunakan fake gps

Bolehkah Driver Menggunakan Fake GPS Saat Menjalankan Orderan?

Dengan berkembangnya transportasi online yang sudah menjadi kesukaan masyarakat masa kini, membuat transportasi konvensional semakin tergeser di kota-kota besar.

Dengan mobilitas yang tinggi serta kemudahan yang diperoleh masyarakat membuat transportasi online terus melejit karena dianggap lebih praktis dan efesien.

Namun di tengah larisnya transportasi online, terdapat persaingan sengit antara drivernya. Hal ini dikarenakan banyaknya driver dalam kota tersebut yang saling berebut orderan.

Berbeda dengan transportasi konvensional yang harus cepat-cepat menghampiri dan menawarkan jasanya kepada pelanggan, tranportasi online lebih halus, karena semua orderan sudah diatur melalui aplikasi.

Berbagai cara dan strategi dilakukan oleh driver ojek online agar dapat orderan sebanyak-banyaknya. Dari menggunakan handphone yang lebih canggih, atau dengan “mangkal” di tempat yang sering dibanjiri orderan.

Namun ada satu strategi curang yang digunakan oleh beberapa oknum driver online, yakni Fake GPS.

Fake GPS adalah sebuah software yang digunakan untuk memanipulasi lokasi suatu perangkat. Tentu tujuannya adalah dengan memanipulasi lokasi aslinya, dengan memindah GPSnya ke tempat yang ramai orderan.

Penggunaan aplikasi tambahan seperti ini adalah ilegal dan pihak penyedia layanan ojek online juga mengkonfirmasi akan menindak tegas bagi mitra yang menggunakan aplikasi ini. Namun untuk mendeteksi kecurangan penggunaan fake GPS tidaklah mudah.

Secara umum, Fake GPS tidak terlalu merugikan pelanggan, hanya terkadang waktu penjemputan yang seharusnya lebih cepat jadi sangat terlambat karena driver berada cukup jauh lokasinya. Namun yang paling dirugikan adalah persaingan sesama driver akan jadi merenggang dikarenakan hal ini.

Salah satu contoh disaat mitra yang menggunakan Fake GPS ini berkali-kali mendapat orderan di lokasi yang sama, sementara lokasi aslinya cukup jauh. Sementara mitra yang tidak menggunakan fake GPS, justru tidak mendapatkan orderan padahal sudah lama di lokasi tersebut.

Baca :  Pentingnya Rating Driver Gojek Dan Cara Menaikkan Rating Driver Gojek 2019

Banyak driver yang tidak menggunakan aplikasi Fake GPS geram atas kelakuan sesama driver yang bertindak curang. Mereka beranggapan perbuatan tersebut tidak fair menurutnya.

Hapus aplikasi fake gps

Namun tanggapan tersebut dibantah oleh salah satu driver pengguna Fake GPS. Mereka beranggapan kalau penggunaan Fake GPS juga merupakan strategi, sama halnya dengan driver yang berdiam diri di sebuah resto yang sering mendapatkan orderan.

 “Sebenarnya sama saja, driver berdiam diri di sebuah resto agar mendapat orderan di resto tersebut. Namun cara kami lebih halus dengan menggunakan teknologi untuk mendapatkan order, dan harga diri kami sebagai driver online tetap ada, tanpa harus seperti ojek konvensional yang harus “mangkal” di jalanan dan di depan resto-resto” Tutur salah satu driver pengguna Fake GPS membenarkan pendapatnya.

Selepas dari itu, kecurangan penggunaan Fake GPS atau “Tuyul” adalah ilegal. Selain merugikan sesama driver, juga merugikan pelanggan. Sanksinya juga tegas, selain bisa berdampak pada bonus insentif tidak keluar hingga suspen sampai pemutusan mitra.

Jadi, masih mau menggunakan Fake GPS selama bekerja? pikir dua kali yah.

Salam Satu Aspal

Share This :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *