Skip to main content
Imbas Dari Sistem Gojek Gagu Dan Prioritas Bagi Semua Kalangan

Imbas Dari Sistem Gojek Gagu Dan Prioritas Bagi Semua Kalangan

Sistem Gojek terbaru memang diberlakukan untuk mengantisipasi kecurangan driver yang menggunakan aplikasi tambahan dan sindikat order fiktif. Dengan perubahan tersebut, bentuk kecurangan driver dalam penggunaan aplikasi tambahan mulai berkurang.

Namun sistem Gojek tersebut juga berbuntut pada polemik panjang tentang beredarnya tudingan order prioritas pada beberapa driver. Sedangkan para driver yang tidak mendapat prioritas menjadi akun gagu, yang mana suatu kondisi di mana akun driver Gojek jarang sekali mendapat orderan.

Hal ini berlangsung tidak hanya dalam waktu beberapa jam, namun akun gagu bisa sampai berhari-hari, hingga hitungan berminggu-minggu.

Meskipun tudingan order prioritas dan akun gagu ini dibantah oleh pihak Gojek bahwa sistem Gojek tidak ada order prioritas hanya perubahan sistem alokasi. Namun pada kenyataan di lapangan kondisi ini selalu terjadi pada driver.  Sistem seperti ini sulit membuat strategi agar terus mendapat orderan tiap harinya.

Salah satu driver sudah mencoba berbagai cara dari yang disarankan oleh pihak kantor Gojek saat berkonsultasi mengenahi akunnya. Dari pindah-pindah tempat, on-bid di jam yang sama tiap harinya dan tidak pernah membatalkan orderan selama on-bid terkecuali order fiktif. Namun kondisi ini terus berlanjut hingga beberapa hari tanpa menemukan solusi berarti.

Begitupun bagi yang sudah mendapat order prioritas, hanya karena libur dua hari yang menurut driver tersebut itu pantas dilakukan. Namun efeknya sangat berimbas pada akunnya yang menjadi gagu saat memulai on-bid lagi pasca liburan.

Dari fenomena ini, apakah driver Gojek tidak diperbolehkan libur atau Off?

Sistem Gojek ini dinilai sangat merugikan mitranya, seakan-akan driver dipaksa on-bid tiap hari tanpa off sama sekali. Selain itu syarat agar mendapat prioritas seakan-akan driver harus wajib mengambil semua orderan yang didapat meskipun jaraknya cukup jauh.

Driver juga tidak boleh pilih-pilih order dan tidak boleh cancel order, sekalipun itu order fiktif ataupun order yang menyebalkan (semacam GoShop dengan belanja di pasar tradisional dengan berbagai macam jenis pesanan).

Baca :  Dapatkan Go-Pay Dari Bermain Game di Mobile Premier League

Ternyata tidak hanya berdampak pada mitra driver saja sistem Gojek terbaru ini juga berimbas pada berbagai kalangan juga. Antara lain :

Dampak Bagi Mitra Driver Part Time

demo gojek tentang insentif turun
Image by pontianak.tribunnews.com

Ada beberapa driver yang diuntungkan dengan adanya sistem Gojek ini dan sebagian lagi merasa dirugikan terutama bagi driver yang akunnya dalam mode gagu.

Yang paling rentan dan merasa sangat dirugikan adalah driver Gojek yang menjadikan pekerjaan ojek online ini sebagai usaha sampingannya. Seakan-akan Gojek ingin menghapus semua mitra yang hanya setengah-setengah dalam pekerjaan ini.

Tentu saja jika sistem mengharuskan driver harus selalu on-bid agar terus mendapat order, bagaimana jika bagi driver yang hanya on-bid di hari libur pekerjaan utamanya?

Beberapa driver yang menjadikan Gojek sebagai usaha sampingannya pernah mengaku bahwa sehari bisa dapat 1 hingga 2 order saja saat sistem Gojek terbaru ini mulai diberlakukan. Padahal dia juga onbid di tempat yang ramai orderan. Sebelumnya, dia bisa mendapatkan banyak orderan dan insentif  juga saat sebelum sistem ini berlaku.

Selain driver Gojek part time, driver Gojek full time juga mengaku kesulitan mendapat formula yang tepat agar terus mendapat banyak orderan yang konsisten tiap hari.

Dulu dengan strategi jemput bola dan mangkal di dekat resto bisa dapat banyak orderan, kini strategi seperti itu tidak cukup efektif.

Dampak Bagi Pelanggan Dengan Adanya Perubahan Sistem Alokasi Gojek

Tidak hanya bagi mitra driver saja yang mengeluh tentang sistem Gojek ini, pelanggan pun juga kadang kesal dengan sistem ini. Padahal lokasi pelanggan dekat dengan lokasi basecamp para driver ojek online, namun justru beliau mendapatkan driver yang lebih jauh jaraknya. Alih-alih ingin cancel orderan, namun beliau kasihan dengan drivernya. Sementara beliau sedang terburu-buru agar tidak telat berangkat ke Kantor.

Seperti yang diinformasikan pihak Gojek bahwa sistem Gojek memberikan perubahan pada sistem alokasi. Yang mana lokasi driver terdekat bukan menjadi parameter utama dalam pembagian order.  Hal ini yang menjadikan pelanggan bisa mendapatkan driver yang letaknya cukup jauh, padahal ada driver yang letaknya lebih dekat.

Baca :  Bocoran Cara Mengembalikan Akun Gagu Gojek 2020

Selain merugikan pelanggan dalam hal waktu penjemputan karena mendapat driver yang letaknya cukup jauh, pihak driver juga merasa tidak nyaman dengan jarak jemput yang kadang hingga 3 km. Namun driver tidak bisa berbuat apa-apa, selain hanya bisa menjalankan agar tidak gagu karena pembatalan order, juga resiko cancel dari pelanggan juga cukup besar mengingat jarak jemput cukup jauh dan memakan waktu yang cukup lama.

Dampak Buruk Turunnya Rating Aplikasi Driver di Playstore

Dampak Buruk Turunnya Rating Aplikasi Driver di Playstore

Tidak hanya mitra dan pelanggan yang merasakan dampak dari sistem Gojek ini, rating aplikasi Gojek Driver di Playstore juga turun sangat drastis. Padahal dulu sempat 4,3 rating di Playstore, sekarang rating aplikasi Gojek Driver turun hingga 2,5.

Dilihat dari ulasan pengguna, kebanyakan ulasan diberikan oleh driver Gojek. Mereka memberi rating terendah (bintang 1) dengan ulasan keluhan tentang perubahan sitem Gojek yang dinilai sangat memperihantinkan nasib mereka selama menjadi mitra.

Hal ini bisa menjadi patokan dasar bahwa sebagian driver tidak nyaman dan tidak senang dengan adanya sistem terbaru Gojek. Dan semoga pihak Gojek juga merespon dengan bijaksana agar kepercayaan para mitra kembali lagi. Karena jika hal ini terus berlanjut,  kita bisa lihat akan seperti apa ke depannya.

Dengan Adanya Sistem Seperti Ini, Akankah Driver Auto Pindah Aplikasi?

Dulu sempat terdengar kabar tentang isu Grab akan hengkang dari Indonesia, sehingga pihak Gojek memberikan pendaftaran VIP bagi driver Grab yang ingin mutasi menjadi driver Gojek. Namun dengan adanya sistem Gojek seperti ini, akankah driver akan pindah ke lain hati?

Hal ini bisa saja terjadi, di mulai dari banyaknya aplikasi ojek online lain yang mulai bermunculan seperti Maxim, Anterin, Bonceng dan Nujek yang siap memberi persaingan sengit terhadap Gojek. Selain itu Grab juga tak kalah menarik dengan membuka pendaftaran driver Grab baru jalur VIP (Gojek) di awal Januari 2020 kemarin.

Semua itu tergantung mitra akan mencari penghasilan lain yang lebih menjanjikan atau kesetiaan mitra terhadap aplikasi karya anak bangsa ini. Semoga dengan adanya hal ini, pihak Gojek lebih bijaksana lagi dalam perubahan sistem selanjutnya.

Salam Satu Aspal

Share This :

5 thoughts to “Imbas Dari Sistem Gojek Gagu Dan Prioritas Bagi Semua Kalangan”

  1. Semenjak bos Nadim jd menteri mitra jd sengsara akun gagu akut biasanya bisa bawa pulang duit sekarang yg ada sekarat buat makan bensin GK ketutup semoga management Go-Jek ingat mitranya yg menjerit salam satu aspal

    1. Semoga sistem baru sekarang di kembalikan ke sistem awal..krna sistem awal itu .. Sama” menguntungkan kedua mitra dan konsumen..
      Terkhusus masalah waktu

  2. Saya juga udah habiiz tabunganya buat biaya operasional
    Dalam 1 bulan on bid
    Setiap hari cm cukup beli rokok sama makan ajaa
    Jarang bangeet bisa kumpulin pundi pundi rupiaah
    Padahal pengeluaran bulan dpn sangaaaaat banyaak
    Tolong buat it gojek untuk mengkaji ulang soal system yg sangaaaat sangaaaaaat menyakitkan kami para mitra yg sedang gagu
    Krn upaya dan cara apapun udah aku lakukan
    Dan hasilnya NIHIL

  3. sistem sekarang memang merugikan driver,kalau dapat sistem sekarang balik lagi ke semula dengan sistem sebelum nya,bagi akun yg gacor kita tidak heran,kenapa????? subuh aja mereka udanh keliling cari orderan,jauh/dekat tetap nggak pernah membatalin orderan,bagi akun yg gagu on bid aja udah jam 10/jam 12 siang,mana lg dapat orderan,bukan nya orderan yg di cari malahan warung kopi tempat nongkrong yg dicari dan tetap nggak mau berusaha,kebanyakan orderan fiktif itu kebanyakan di buat oleh driver yg pemalas itu,kenapa???? karna udah sekian lama nggak jg masuk orderan karna tetap aja di tempat semula nggak mau berpindah tempat sehingga mereka membuat orderan sendiri untuk dirinya,pas mau tembak pada akun nya nyata nya masuk pada akun yg gacor,dilihat akun yg gacor orderan nya di minggu terakir banyak,sehingga driver yg pemalas itu me cancel dan ceklis dengan alasan driver suruh cancel karna sifat iri/dengki,sehingga driver yg gacor itu performa nya hancur jadi nya,kan kasihan kita,kenapa PT.GI mendengar kan keluhan kayak driver pemalas itu,kan kasihan bagi driver yg rajin jd nya,yg benar2 sungguh bekerja untuk mencari nafkah,tolong balikin sistem ke semula lagi jangan dengar kan keluhan orang yg pemalas,terimakasi

  4. Kebijakan Sistem gojek yang sekarang malah lebih menyengsarakan mitranya orderan masuk sejam sekali bahkan 2 sampai 3 jam sekali imbasnya kita susah mengejar target jangankan bisa tupo untuk ambil 10 orderan aja susahnya setengah mati pihak gojek tetap bisa mendapatkan persentase dari semua orderan sementara kita setiap hari harus terus isi saldo untuk bisa dapat orderan karena saldo kita terus dipotong tanpa tambahan bonus
    Kemarin ada demo besar besaran agar kendaraan roda dua bisa tetap mencari nafkah pihak gojek bukannya mengapresiasi ini malah memberi kemudahan pada driver yang tidak punya perasaan dengan membebaskan performa jadi bqgaimana kita bisa kompak dngan sikap gojek seprti itu berarti pihak gojek juga tidak mau kehilangan pendapatan walau cuma sehari tapi kenapa pihak gojek tidak memikirkan kesejahteraan mitranya kalau sama sama membutuhkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *