Skip to main content
Tips Aman Ojek Online Di Tengah Wabah COVID-19

Di Tengah Pandemi Insentif Driver Grab Turun Drastis

Pandemi COVID-19 memang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi pendapatan driver ojek onlne. Di tengah kebijakan Pemerintah dalam melarang ojek online melakukan pengantaran penumpang guna menghindari penyebaran virus, justru pendapatan ojek online turun drastis.

Hal ini semakin diperparah bagi driver Grab yang mana penyedia aplikasi memangkas insentif driver  Grab hingga 30% dari insentif driver yang biasanya di terima tiap harinya.

Seperti diketahui bahwa sistem insentif Grab menggunakan skema berlian. Yang mana driver akan mendapatkan sejumlah berlian yang berbeda untuk setiap order yang diselesaikannya. Jumlah berlian yang didapat juga akan bertambah jika driver mendapat orderan dengan jarak lebih 10 km dan berada pada jam sibuk.

Sejumlah berlian yang terkumpul akan mendapatkan insentif sesuai skema yang ada. Misalnya jika di driver asal Malang sudah mengumpulkan 400 berlian di hari itu, esoknya dia akan mendapatkan saldo 180.000 yang masuk ke dompet tunainya.

Berbeda dengan skema berlian sekarang, pihak Grab hanya memberikan insentif sebesar 100 rupiah per berlian kepada driver. Sehingga jika tadinya dengan 400 berlian driver Grab mampu mengantongi 180.000, kini dia hanya mendapat 40.000 dengan perhitungan 400 berlian x 100 rupiah.

Skema insentif Berlian Grab Terbaru
Source image : kisahojol.com

Salah satu driver asal Pasuruan, Dedy mengaku rela onbid ke Malang dengan berangkat pagi sekali dengan harapan bisa mendapatkan banyak berlian dan pulang mengantongi insentif harian untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Namun di skema yang sekarang dengan estimasi harga 100 rupiah per berliannya, dia mengaku penghasilannya sangat jauh menurun dan tak sebanding dengan penggeluaran saat onbid ke Malang.

Akhirnya tiap harinya dia tidak onbid ke Malang, hanya onbid di daerahnya meskipun tidak mendapat berlian sekalipun. Toh tanpa mengumpulkan berlian yang besar insentifnya tak seberapa, berharap mendapat penghasilan dari besarnya tarif dari beberapa orderan yang didapatnya.

Baca :  Driver Wajib Tau? Tips Mengunci Sinyal 4G Tanpa Aplikasi Tambahan

Ironis memang, Bisnis Grab yang tadinya sangat populer di kalangan driver karena insentif yang besar serta banyak promo menarik baik driver maupun pelanggan yang membuat orderan Grab ramai dipasaran.

Memang besar pengaruh dari COVID-19 ini, banyak bisnis atau resto tutup, apalagi ada kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) di berbagai kota sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bisnis Grab maupun bisnis ojek online lainnya.

Imbas terburuknya sangat berdampak kepada driver yang menjadikan pekerjaan ojek online ini sebagai pekerjaan utamanya. Melihat dari persaingan driver, sepi order hingga pemangkasan insentif harian.

Yah semoga pandemi COVID-19 ini segera berakhir, sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi normal kembali.

Salam Satu Aspal

Share This :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *