Skip to main content
Pilih Mana? Jadi Driver Ojek Online Atau Karyawan

Pilih Mana? Jadi Driver Ojek Online Atau Karyawan

Di era digital ini, maraknya perkembangan transportasi online berbasis aplikasi menjadi salah satu peluang pekerjaan yang cukup menjanjikan. Seperti yang kita tahu bahwa mencari pekerjaan di era sekarang ini gampang-gampang susah.

Ada yang beruntung mendapatkan pekerjaan seusai lulus dari pendidikan, ada juga yang sangat kesulitan mendapatkan sebuah pekerjaan hingga tahunan lamanya.

Kita bisa lihat sendiri betapa banyaknya angka pengangguran di zaman sekarang. Bukan hanya dari lulusan SMA saja, akan tetapi mereka yang berstatus sarjana pun berpotensi besar menjadi seorang calon pengganguran.

Permasalahannya tentu karena setiap perusahaan juga tidak selalu membutuhkan karyawan baru, sedangkan lulusan baru selalu ada tiap tahunnya.

Di kota-kota besar, terlihat banyak sekali driver ojek online yang parkir pinggir jalan menunggu datangnya orderan.

Banyak dari mereka yang menjadikan pekerjaan ini sebagai pekerjaan utamanya. Memang kebanyakan dari mereka adalah mantan ojek pangkalan, namun tak sedikit juga dari mereka yang pernah bekerja di sebuah perusahaan besar.

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah keputusan sulit dilakukan Faridz Budhi Surya Kusuma (33) saat harus meninggalkan zona nyamannya sebagai manajer di sebuah resort sebulan lalu. Pria yang mengaku berpenghasilan Rp 8 juta-Rp 10 juta itu nekat “banting setir” menjadi tukang ojek di bawah naungan Go-Jek.

Seperti yang dilangsir di kompas.com, Driver bernama Faridz Budhi Surya Kusuma rela meninggalkan zona nyamannya sebagai manager disebuah resort ternama dengan gaji 8 juta perbulannya.

Miris banget bukan?

Kurang apa coba gaji 8 juta dilepas begitu saja. Namun kembali lagi pada sudut pandang setiap orang itu berbeda, karena setiap orang berhak memilih jalan hidupnya sendiri.

Pertanyaannya adalah mana yang lebih untung? menjadi driver ojek online atau jadi karyawan perusahaan?

Berikut ini pembahasan tentang kekurangan dan kelebihan masing-masing pekerjaan menurut versi Gojekblog :

Baca :  Pentingnya Rating Driver Gojek Dan Cara Menaikkan Rating Driver Gojek 2019

1. Fleksibelitas

Kesalahan Yang Sering Dialami Oleh Driver Ojek Online Baru

Keunggulan menjadi driver ojek online adalah perihal fleksibelitas waktu. Mereka bisa menentukan sendiri kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya beristirahat. Tidak ada yang mengatur seperti karyawan perusahaan yang terikat dengan jam kerja.

Memang terlihat diver ojek online lebih menguntungkan dari pada seorang karyawan. Namun realitanya, banyak driver yang justru menghabiskan waktunya seharian di jalanan. Tentu karena sistem insentif yang membuat mereka rela enggan untuk mengakhiri pekerjaannya hari itu juga.

Sebagai gambaran, karyawan hanya terikat kontrak kerja selama 8 jam kerja, atau kalau ada lembur total 10 jam kerja. Penghasilan tiap harinya tetap, dan akan ada tambahan penghasilan jika ada lembur di hari tersebut.

Berbeda dengan seorang driver, jika orderan tidak begitu lancar di siang harinya, bisa saja mereka menghabiskan waktunya hingga malam hari. Mereka mengejar bonus insentif yang ditawarkan oleh penyedia jasa ojek online agar mereka mendapat penghasilan yang maksimal.

Namun jika orderannya cukup lancar, bukan tidak mungkin driver hanya butuh 5-6 jam saja untuk mendapatkan penghasilan yang maksimal. 

2. Penghasilan

Enaknya menjadi seorang karyawan adalah memiliki gaji tetap yang bisa di harapkan saat gajian tiba. Terlebih jika dalam satu bulan terdapat banyak lemburan, tentu gaji akan meningkat cukup tajam. Sedangkan driver, penghasilan mereka tergantung dari orderan yang masuk.

Dengan banyaknya para driver dalam satu wilayah, tentu penghasilan setiap driver akan berbeda-beda tiap harinya. Ada kalanya faktor keberuntungan mempengaruhi penghasilan mereka.

Misalnya saja yang biasanya satu hari dapat 18-25 orderan yang masuk, pada suatu ketika mereka hanya dapat 12-15 orderan saja.

Tapi tidak serta merta jumlah orderan yang masuk menjadi penentu banyak tidaknya penghasilan driver. Karena meskipun orderannya sedikit,  jika trip perjalannya panjang-panjang (long trip), tentu penghasilannya juga semakin besar.

Baca :  Keuntungan Menjadi Driver Ojek Online Yang Tidak Didapat Di Ojek Pangkalan

3. Jenjang Karier

Bangga menjadi driver ojek online

Semakin lama seorang karyawan bekerja pada suatu perusahaan, akan ada nilai lebih yang diberikan  kepada karyawan oleh perusahaan. Terlebih lagi jika karyawan tersebut memiliki skill serta berperilaku baik dan disiplin. Misalnya saja dengan naik jabatan ataupun gaji tambahan.

Setidaknya dalam sebuah perusahaan akan ada jenjang karier yang bisa didapatkan karyawan. Berbeda dengan seorang driver, sebaik apapun drivernya, sedisiplin apapun drivernya, tetap statusnya adalah mitra driver ojek online.

Penghasilannya juga tidak akan bertambah hanya karena dia salah satu driver ojek online yang baik dan disiplin. Karena semua tarif dalam aplikasi itu sama, entah itu driver baru maupun driver yang sudah lama.

4.Jaminan

Untungnya menjadi karyawan adalah perihal jaminan masa tua atau yang lebih tepat disebut uang pensiun. Semakin lama seseorang bekerja pada perusahaan, semakin besar pula uang pensiunan yang akan diterima saat masa akhir kerja.

Namun tidak semua perusahaan memberikan jaminan uang pensiun pada karyawannya, terlebih jika perusahaan kecil dan menengah ke bawah. Kebanyakan dari perusahaan tersebut memberlakukan sistem harian lepas tanpa kontrak dan jenjang karier pada karyawannya.

Sama halnya menjadi driver ojek online, seberapa lama menjadi driver tak akan ada uang pensiun dari penyedia jasa ojek online. Namun driver masih bisa mendapatkan jaminan masa tua dengan mendaftarkan diri ke JHT BPJS Ketenagakerjaan khusus driver. Untuk pembayarannya akan otomatis terpotong pada aplikasi driver ojek online tiap bulannya.

Selepas mana yang lebih untung antara menjadi driver dan karyawan, setiap orang akan mempunyai sudut pandang sendiri-sendiri.

Boleh saja seorang driver mengatakan lebih baik menjadi driver dari pada menjadi karyawan sebuah perusahaan. Namun dipihak lain seorang karyawan juga akan menyimpulkan bahwa lebih baik menjadi karyawan dari pada menjadi driver ojek online.

Kalau Anda? Lebih memilih yang mana? Menjadi Driver ojek online atau Karyawan?

Share This :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *