Skip to main content

Kelemahan Penggunaan Fake GPS Bagi Driver Gojek

Dengan berkembangnya transportasi online yang sudah menjadi kesukaan masyarakat melenial, membuat transportasi konvensional semakin tergeser di kota-kota besar. Namun di tengah larisnya transportasi online, terdapat persaingan sengit antara drivernya.

Berbagai cara dan strategi dilakukan oleh driver ojek online agar dapat orderan sebanyak-banyaknya. Dari menggunakan handphone yang lebih canggih atau dengan “mangkal” di tempat yang sering dibanjiri orderan.

Namun ada satu strategi curang yang digunakan oleh beberapa oknum driver online, yakni Fake GPS.

Fake GPS adalah sebuah aplikasi tambahan yang digunakan untuk memanipulasi lokasi suatu perangkat. Tujuannya untuk memanipulasi lokasi aslinya dengan memindah GPSnya ke tempat yang ramai orderan. Dengan begitu, potensi mendapat orderan semakin besar tanpa harus susah payah berkeliling di jalananan.

Namun pada kenyataannya,  menggunakan Fake GPS juga tidak selalu mudah dan menguntungkan. Jadi bagi rekan driver yang ingin coba-coba aplikasi tambahan ini, sebaiknya pikir-pikir terlebih dahulu. Terutama dampak buruk dari penggunaan aplikasi tambahan atau aplikasi fake GPS bagi driver ojek online.

Khususnya driver Gojek, perlu Anda ketahui beberapa kelemahan memakai fake GPS bagi driver Gojek, sebagai berikut :

1. Meskipun Menggunakan Fake GPS, Tak Ada Jaminan Mendapat Orderan Lebih Dulu

contoh mod gojek driver dan mod grab driver

Sebelum perubahan Algoritma Gojek, penggunaan aplikasi Fake GPS sangat populer dikalangan driver Gojek. Terutama bagi  driver yang menyukai order GoFood. Yang mana penggunaan aplikasi Fake GPS dapat meningkatkan potensi mendapatkan orderan di resto yang dituju.

Setelah perubahan sistem Gojek, penggunaan fake GPS tidak menjamin driver akan mendapat orderan secara pasti. Karena sistem Gojek sekarang tidak berpatokan pada lokasi driver yang paling dekat, melainkan pada kerajinan driver maupun rating atau performa driver tiap harinya.

Meskipun pihak Gojek membantah sistem prioritas driver, namun di lapangan memang terlihat jelas antara driver yang susah sekali mendapat orderan (akun gagu) dan driver yang sangat mudah sekali mendapatkan orderan (prioritas).

Namun bukan berarti penggunaan fake GPS di sistem Gojek yang sekarang tidak bisa dilakukan. Toh beberapa driver yang masih menggunakan aplikasi ini, masih tetap mendapatkan orderan. Tapi kuantitas mendapatkan orderan tidak seperti dulu, bahkan orderan yang didapat juga tidak selalu dari orderan ke resto yang diinginkan saat meletakkan fake lokasi di resto tertentu.

Baca :  Bolehkah Driver Menggunakan Fake GPS Saat Menjalankan Orderan?

2. Terkadang Pengguna Fake GPS Binggung Menempatkan Titik Lokasi Yang Tepat

Kelemahan lain menggunakan aplikasi fake GPS adalah perihal kesabaran. Anda wajib tahu bahwa menggunakan aplikasi fake GPS juga perlu strategi dan pengalaman. Sebab penggunaan aplikasi ini bukan jaminan Anda akan mendapatkan orderan selalu, terlebih di sistem Gojek yang sekarang.

Menempatkan spot fake lokasi pada resto juga harus pandai-pandai dalam memilih spot yang tepat. Karena beberapa pengalaman driver meyatakan bahwa penggunaan aplikasi fake GPS masih kalah dengan driver yang sedang gacor-gacornya.

Jadi disaat memasang spot pada resto tertentu, namun di sekitar wilayah resto tersebut terdapat driver dengan performa mendapat orderan yang baik (prioritas). Potensi mendapat orderan akan lebih condong ke driver prioritas tersebut.

Kebanyakan driver yang menggunakan fake GPS sering kurang sabar dalam hal menunggu. Akhirnya belum lama memasang spot pada resto tertentu (resto A), kemudian berpindah ke resto yang lain (resto B). Bukan tambah dapat order melainkan tambah sepi order. Kesalnya lagi jika ada teman driver yang mendapatkan orderan dari resto yang sebelumnya (resto A).

3. Terkadang Lokasi Fake GPS Menghilang Karena Kurang Sinyal Atau Error Mock

Kelemahan lain menggunakan aplikasi fake GPS adalah sinyal. Pengguna fake GPS harus memiliki sinyal yang kuat agar fake lokasinya tidak loncat-loncat bahkan bisa menghilang.  Kurang sinyal juga bisa mengakibatkan aplikasi fake GPS error.

Hal ini bisa berdampak buruk bagi driver, selain akan sulit mendapatkan order karena lokasi tidak terdeteksi, juga bisa berujung terdeteksi oleh sistem tentang penggunaan aplikasi fake GPS atau tuyul.

Jadi, menggunakan aplikasi fake GPS ini tidaklah mudah. Bukan hanya tinggal pilih spot resto tertentu, lalu tinggal tiduran. Melainkan driver harus selalu mengawasi pergerakan fake GPS ini dengan hati-hati. Terutama untuk kestabilan sinyal dan error mock atau fake GPS.

Baca :  Kenali 6 Ciri Driver Transportasi Online Pengguna Fake GPS

4. Memakai Fake GPS dan Aplikasi Mod, Driver Jadi Was-Was Saat Berkumpul Dalam Satu Basecamp

Seperti yang pernah Gojekblog bahas tentang ciri-ciri driver pengguna aplikasi fake GPS, pengguna fake GPS akan menyendiri dalam melakukan aksinya ataupun driver memiliki basecamp khusus yang terdiri dari beberapa driver pengguna fake GPS.

Karena menggunakan aplikasi yang berbeda atau aplikasi tambahan, tentu akan membuat driver pengguna aplikasi original merasa geram. Maka dari itu, driver pengguna aplikasi fake GPS selalu enggan untuk berkumpul dengan driver lain.

5. Lupa Benerin Fake GPS Bisa Berujung Terindikasi Yang Berujung Suspen Dan Putus Mitra

Hapus aplikasi fake gps

Kelemahan yang paling dasar dan paling penting bagi driver pengguna fake GPS adalah ribetnya mengaplikasikan fake GPS saat menjalankan orderan.

Terkadang driver lupa tidak mematikan fake lokasinya dan menjalankan orderan seperti biasanya. Akhirnya lokasi tidak berpindah, namun driver menyelesaikan orderan di tempat tujuan aslinya. Dengan begitu, sistem akan mendeteksi driver menjalankan orderan dan menyelesaikan orderan di tempat yang sama.

Penggunaan aplikasi fake GPS dengan frontal juga bisa berujung terindentifikasi penggunaan aplikasi tuyul oleh sistem. Biasanya driver model ini typikal driver yang kurang sabar. Baru menyelesaikan orderan di tempat lain, kemudian memasang kembali fake GPS di resto yang dituju, padahal jarak lokasinya lumayan jauh dari lokasi terakhir dia berada.

Jika penggunaan seperti ini berulang-ulang, mungkin beberapa order berikutnya dia akan mendapat peringatan untuk penghapusan aplikasi tuyul. Bahwa bisa berujung pada suspen otomatis hingga pemutusan mitra.

Nah bagaimana? Dari 5 kelemahan penggunaan fake GPS pada Gojek yang disebutkan di atas, apakah Anda masih ingin menggunakan aplikasi tambahan ataupun fake GPS?

Gojekblog lebih menghimbau agar Anda menggunakan cara yang lebih jujur, meskipun untuk mengembalikan akun Gojek gagu tidaklah mudah bahkan cukup merugikan driver sebenarnya. Namun percayalah bahwa hal baik akan hadir disaat Anda mencoba dan berusaha.

Salam Satu Aspal

Share This :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *