Skip to main content
Kesalahan Yang Sering Dialami Oleh Driver Ojek Online Baru

Kesalahan Yang Sering Dialami Oleh Driver Ojek Online Baru

Bagi Anda yang berprofesi sebagai driver ojek online pemula, tentu akan merasa binggung saat pertama kali menjalankan orderan yang masuk. Banyak tanda tanya dan kekuatiran saat menjalankan orderan pertama. Entah khawatir salah atau hal yang lainnya.

Itu hal yang wajar sih sebenarnya.

Meskipun sudah diberi arahan saat interview penerimaan driver, namun dalam prakteknya, tidak semudah itu. 

Semua driver ojek online baru, pasti akan mengalami kebingungan pada awalnya. Hanya pengalaman yang menjadikan mereka lebih terampil dan profesional dari sebelumnya.

Banyak kesalahan-kesalahan yang akan terjadi dan akan dialami oleh driver baru dalam seminggu pertamanya. Namun hal tersebut menjadi cerita yang akan menyenangkan saat diingat-ingat kembali.

Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang driver ojek online baru :

Salah Eksekusi Orderan Yang Masuk

Kesalahan Yang Sering Dialami Oleh Driver Ojek Online Baru

Kebanyakan driver baru akan merasa tegang dan tergesa-gesa dalam menjalankan orderan pertamanya. Tanpa melihat orderan apa yang masuk, driver sekilas hanya melihat kemana dia akan pergi dengan melihat alamat dari custumernya.

Bisa saja orderan yang masuk itu Go-food/Grab-food, namun drivernya malah telpon custumer ingin dijemput di mana. Atau orderan Go-Send/Grab-Express yang harusnya cuma ambil barang, justru custumernya malah disodorin helm.

Pasti kesalahan-kesalahan tersebut akan menjadi pelajaran berharga bagi si driver untuk kemudian hari. Dengan mempelajari kesalahannya, lambat laun driver akan mulai terbiasa dan tidak akan mengalami kesalahan yang sama.

Tidak Sadar Ada Orderan Masuk

Sebenarnya bukan driver baru saja yang sering mengalami hal ini. Saking enaknya berkendara dijalan sampai tidak sadar ada orderan yang masuk.

Biasanya untuk ukuran driver lama, mereka sudah menyiasati orderan masuk dengan banyak hal. Dari memperbesar volume notifikasi aplikasi, atau dengan menambah perangkat pendukung seperti earphone maupun smartband atau smartwatch.

Pensettingan autobid juga diberlakukan guna mengurangi orderan yang lepas. Namun bagi driver baru, terkadang mereka lupa mensetting auto bid menjadi manual bid saat berkendara di jalan.

Hasilnya? Ketika ada orderan masuk dan mereka tidak dengar, otomatis dalam batasan waktu yang ditentukan, orderan tersebut akan lepas dari aplikasi driver.

Efeknya, driver akan dirugikan dari kehilangan orderan yang masuk, juga performa yang digunakan untuk menentukan insentif harian seorang driver akan turun.

Jadi untuk menaikkan performa tersebut, driver harus berjibaku untuk menaikkan performa hariannya agar dapat bonus insentif harian.

Baca :  Tips Cara Pesan Go-Ride Agar Tidak Membingungkan Drivernya

Dibohongin Map

Kesalahan Yang Sering Dialami Oleh Driver Ojek Online Baru

Sebenarnya map tidak berbohong, selama titik lokasi GPS itu benar, map akan menunjukkan rute yang tercepat untuk sampai pada titik tujuannya.

Namun ada kalanya map membaca rute jalur jalan raya, sehingga rute yang seharusnya cukup putar balik saja, malah harus berputar cukup jauh untuk sampai tujuan.

Dan hebatnya, sebagai driver yang taat pada peraturan, melihat navigasi map adalah cara teraman agar sampai pada lokasi tujuan. Ironisnya, driver baru kadang memakai mentah-mentah navigasi yang diperlihatkan di map. Bahkan cara seperti ini justru sering menjerumuskan pada rute terjauh dan memutar.

Misalnya saja driver mengaktifkan sistem navigasi map dengan mendengarkan suara merdu navigasi map. Karena percepatan kendaraan dan kekuatan sinyal yang kadang tidak menentu, terkadang GPS tidak berjalan sesuai dengan semestinya.

Yang seharusnya ada perintah belok, justru driver mengambil jalan lurus karena tidak ada perintah dari navigasi. Selang beberapa saat, navigasi mulai memberikan perintah belok, namun tidak ada tikungan untuk belok.

Berbeda dengan driver lama, kebanyakan mereka tidak mengaktifkan navigasi map. Mereka mempelajari map terlebih dahulu dan menentukan jalan mana yang yang tercepat sampai di tujuan. Disaat sudah dekat dengan lokasi, barulah dia memastikan alamat yang sesuai dengan melihat kembali titik tujuan di map.

Binggung Cari Alamat Antar Maupun Alamat Resto

Sama halnya dengan kasus dibohongi oleh navigasi map, driver baru rawan binggung saat cari alamat resto maupun alamat rumah custumer. Titik GPS tidak selalu tepat dengan kenyataannya, bisa saja memang titik GPS resto atau rumah custumer tidak pas dengan letak aslinya.

Karena driver baru, tentu akan binggung nyari letak resto atau alamat, meskipun driver tersebut sejak lahir berdomisili di kota tersebut. Salah satu cara termudah adalah dengan menelepon restonya ataupun custumernya, dan menanyakan ancer-ancer letak lokasi sebenarnya.

Bagaimana kalau nomer handphone yang terdaftar di aplikasi tidak bisa dihubungi?

Di sinilah susahnya kalau menjadi driver baru yang belum menguasai medan. Salah satu alternatif adalah dengan meminta bantuan pada group komunitas sesama driver.

Karena setiap pendaftaran baru, driver akan dimasukkan ke salah satu komunitas driver di daerah tersebut. Dari group itulah, driver baru akan mendapat informasi dan tanya jawab seputar ojek online di daerah tersebut.

Baca :  Ketahuilah 7 Faktor Penyebab Akun Gojek Anda Menjadi Gagu 2019

Lupa Geser Tombol “Pick Up” Pada Aplikasi

Sesuai standart operational prosedur (SOP), driver harus melakukan “pickup” di aplikasi jika sudah menemukan customer, dan melakukan “finish” ketika sudah mengantarkan customer sampai tujuan.

Namun bagimana kalau lupa menekan “pickup” saat sudah menjemput Customer?

Biasanya hal ini terjadi pada driver baru. Saat sudah menemukan custumernya, driver menawarkan helm, kemudian langsung jalan tanpa menggeser “pickup” di aplikasinya. Kemudian saat sudah menyelesaikan orderan, dia baru sadar bahwa saat berangkat tadi tidak menekan “pickup” terlebih dahulu.

Bagi Aplikasi Gojek, geser tombol “Pickup” di tempat lain masih dibenarkan dan tidak dipermasalahkan. Namun bagi aplikasi GRAB, ketepatan titik jemput adalah hal yang fatal dan harus diperhatikan ketepatannya.

Gerogi Saat Antar Pelanggan Pertama

Kesalahan Yang Sering Dialami Oleh Driver Ojek Online Baru

Menjalankan orderan pertama itu kesannya berwarna, ada rasa senang, antusias, namun juga binggung dan gerogi.

Geroginya itu saat menyapa pelanggan pertama dengan kalimat seperti apa? Atau bagaimana menemukan pelanggan tersebut hanya mengandalkan nama di sebuah aplikasi?

Berbeda jika sebelumnya memang pekerjaan driver tersebut adalah ojek pangkalan. Nah bagaimana kalau driver tersebut tak pernah nge-gojek sebelumnya? Tentu ada rasa gerogi, terlebih pelanggan pertamanya itu cewek yang cantik misalnya.

Tentu ada perasaan yang aneh saat pertama kali membonceng seseorang yang belum kita kenal, apalagi kalau seseorang tersebut lawan jenis dan type kesukaan kita. Apalagi kalau drivernya juga jomblo yang tak pernah bonceng cewek sebelumnya.

Nah lo…?

Salah Ambil Pelanggan

Driver menjalankan order dengan berlandaskan lokasi dan nama pada aplikasi. Kalau penjemputan di rumahnya sendiri sih akan mudah mencarinya, bagaimana kalau penjemputan di tempat yang ramai seperti pasar maupun mall? Tentu tidak semudah menjemput pelanggan di sebuah rumah atau komplek .

Salah ambil pelanggan akan sangat mungkin terjadi bagi driver baru saat pertama kali menjalankan order.

Berbeda bagi custumer yang bisa mengetahui drivernya dengan melihat foto maupun nomor polisi di kendaraan driver. Driver hanya mengetahui nama pelanggan (yang belum tentu nama aslinya), juga nomer yang terdaftar di aplikasi.

Agar tidak salah ambil, driver harus menanyakan nama pelanggan di aplikasi atau dengan meneleponnya untuk memastikan posisi pelanggan.

Namun karena tergesa-gesa, bisa saja ada penumpang lain yang langsung nyelonong naik karena juga merasa memesan ojek online juga. kemudian driver baru lupa menanyakan dan memastikan apakah yang naik tersebut benar-benar pelanggan yang memesan dia.

Barulah disaat di pertengahan jalan, si driver mendapat telepon dari pelanggan yang memesannya, ternyata driver salah ambil pelanggan.

Kesalahan-kesalahan seperti itu sering dialami oleh sebagaian driver baru. Wajar sih, karena tidak ada yang langsung bisa tanpa adanya kesalahan. Kesalahan ada untuk dijadikan pelajaran yang berharga agar suatu saat nanti tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Salam satu Aspal

Yuk Ngebid Lagi

Share This :

One thought to “Kesalahan Yang Sering Dialami Oleh Driver Ojek Online Baru”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *