Skip to main content
Sensasi Driver Ojek Online di Zona Merah

Sensasi Driver Ojek Online di Zona Merah

Berada di kawasan yang sehari-harinya masyarakat mengunakan ojek pangkalan sebagai tranportasi pada umumnya, tentu akan terjadi gesekan-gesekan saat muncul transportasi online berbasis aplikasi di wilayah tersebut.

Banyak pihak yang akan melawan dan menolak keras adanya trsnportasi online tersebut, terutama pihak ojek pangkalannya. Masalahnya ini perihal mangsa pasarnya akan direbut tanpa permisi terlebih dahulu.

Kehadiran tranportasi online tentu akan jadi saingan berat bagi para ojek pangkalan ini, jadi wajar kalau mereka akan menolak adanya ojek online berbasis aplikasi mengudara di kawasannya.

Namun pada kenyataannya, melawan kemajuan teknologi tentu cukup mustahil. Teknologi tercipta untuk memudahkan penggunanya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengguna akan lebih memilih sesuatu yang lebih praktis dan mudah, terlebih perihal harga. Dan dari situlah gesekan-gesekan antara ojek pangkalan dan ojek online bermula.

Solusi Terbaik Yang Mungkin Bisa Dilakukan Ojek Online di Zona Merah

Sebagai driver ojek online yang beroperasi di zona merah, rasa was-was akan bentrokan dengan ojek pangkalan tentu hal yang wajar dirasakan oleh setiap driver ojek online. Terlebih jika menjemput penumpang yang notabennya berada di kawasan yang banyak dihuni oleh ojek pangkalan.

Tidak mengambil atau mengabaikan orderan yang masuk juga akan menurunkan performa yang berimbas dengan hilangnya bonus insentif harian. Kalau di ambil, rawan gesekan yang berujung dengan bentrokan dengan ojek pangkalan setempat. Tentu hal ini akan merugikan driver ojek online.

Namun bukan berarti tidak ada solusi yang tepat untuk mengatasi hal ini. Jika pihak penyedia aplikasi belum bisa menentukan titik jemput yang aman karena alotnya negosiasi dengan ketua ojek pangkalan setempat. Maka driver ojek online juga tak harus berhenti narik atau pergi ke wilayah lain yang lebih aman.

Driver masih bisa beroperasi di walayah tersebut, namun dengan men-siasati dengan beberapa hal, yakni :

Baca :  Sistem Prioritas Dan Gagu Bikin Driver Gojek Part Time Kehilangan Penghasilan

Menjadi Driver Siluman (Tanpa Atribut Dan Helm)

Sensasi Driver Ojek Online di Zona Merah

Driver siluman merupakan sebutan bagi para driver ojek online yang tidak mengunakan atribut sebagai sarana kamuflase saat menjemput penumpang di titik-titik rawan.

Tentu hal ini merupakan pelanggaran Standart Operational Prosedur (SOP) yang berlaku bagi driver ojek online, namun hal ini pengecualian untuk daerah rawan atau zona merah.

Tanpa atribut, ojek pangkalan akan mengira bahwa yang menjemput atau yang mengantar tersebut adalah ojek biasa ataupun pihak keluarga. Jadi jauh lebih aman ketimbang mengunakan atribut lengkap.

Konfirmasi Ke Pelanggan Tentang Keadaan Zona Merah

Menjalankan orderan tanpa atribut adalah pelanggaran yang bisa berujung suspen, namun pengecualian untuk daerah zona merah. Pihak penyedia aplikasi juga akan memaklumi, namun tidak untuk sistem.

Sistem akan mengetahui driver tidak mengunakan atribut melalui pengaduan pelanggan. Maka dari itu, pemahaman akan zona merah juga harus disosialisasi kepada pihak pelangggan juga. Mungkin untuk customer daerah setempat akan memaklumi dan mendukung, namun tidak dengan pendatang baru.

Cara mensosialisasi agar tidak kena pengaduan adalah dengan mengkonfirmasi ke pelanggan secara langsung. Entah itu dari via telephon atau chat saat sebelum menjemput, atau secara langsung dengan meminta maaf dan menjelaskan keadaan kenapa tidak menggunakan atribut.

Cari Lokasi Yang Pas Untuk Titik Jemput Penumpang Yang Aman

Selain konfirmasi tentang tidak menggunakan atribut, driver juga harus pandai memilih tempat atau lokasi yang aman untuk pick up penumpang. Jangankan ojek online, ojek pangkalan yang berbeda paguyupan saja tidak boleh asal ambil di wilayah paguyupan ojek pangkalan yang lain.

Tak masalah meminta pelanggan untuk geser ke tempat terdekat untuk keamanan dan kenyamanan kedua belah pihak. Minimal cari tempat yang tidak terlihat oleh para ojek pangkalan. Misalnya dengan meminta untuk masuk gang dari pada menunggu di pinggir jalan.

Baca :  Tau kah Anda? Menjadi Driver Ojek Online Itu Pelarian Stress Yang Efektif

Jika Tidak Memungkinkan Untuk Geser Orderan Aplikasi Di tempat, Pindah Ke Area Yang Lebih Aman

Jika sudah tidak beratribut tentunya ojek pangkalan akan sulit membedakan mana yang ojek pangkalan biasa dan mana yang driver ojek online. Pembedanya adalah disaat driver memainkan aplikasinya setelah menurunkan penumpang untuk menyelesaikan orderan di aplikasi.

Tentu akan ketahuan kalau si driver ini adalah driver ojek online saat menyelesaikan orderan di tempat dia menurunkan penumpang. Jadi akan lebih bijak jika menyelesaikan orderannya ditempat yang lebih aman. Tak masalah geser beberapa meter dari titik lokasi di GPS, keselamatan drive adalah yang paling utama.

Yang Terpenting Tetap Berpakaian Rapi Dan Memberikan Pelayanan Yang Terbaik

Kesalahan Yang Sering Dialami Oleh Driver Ojek Online Baru

Dan terakhir adalah tetap berpakaian rapi adalah bentuk pelayanan yang harus selalu dipenuhi oleh seorang driver ojek online. Jangan karena berada di zona merah, driver berpakaian ala kadarnya seperti ojek pangkalan. Misal pakai celana pendek maupun memakai kaos oblong saja.

Ketahuilah, bahwa kerja sama mitra ojek online bisa putus karena 2 hal, yakni karena kecurangan yang terbaca server dan pengaduan customer.  Kecurangan bisa berupa order fiktif, fake GPS, ataupun order berlangganan.

Sedangkan untuk pengaduan customer bisa berupa bad komentar yang dilayangkan oleh pelanggan yang tidak puas dengan cara kerja driver ojek online. Bisa jadi jika driver tidak berpakaian rapi dan pelanggan merasa kecewa dengan kerapian tersebut, bukan tidak mungkin driver akan terkena dengan bad komen.

Syukur-syukur kalau hanya berimbas pada orderan yang sepi karena mendapat bintang satu ataupun bad komen. Kalau bad komen yang bisa berujung suspen maupun putus mitra? Sangat disayangkan bukan?

Apalagi menjadi driver ojek online itu pendaftarannya satu kali seumur hidup. Sekali putus mitra, maka tidak ada kesempatan kedua untuk bisa mengudara lagi menjadi driver ojek online.

Salam Satu Aspal

Share This :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *