Skip to main content
putus mitra

Apa Yang Anda Lakukan Setelah Putus Mitra Ojek Online

Perusahaan aplikasi ojek online akan memberikan sanksi perhentian operasional sementara (suspen) kepada mitra yang melanggar aturan. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jerah terhadap mitra yang melakukan pelanggaran dan kecurangan.

Terdapat dua jenis sanksi suspen  pada aplikator ojek online secara umum, yaitu sanksi manual suspen dan auto suspen. Auto suspen diberlakukan disaat mitra terdeteksi  oleh sistem aplikasi saat melakukan pelanggaran dan kecurangan. Sedangkan sanksi manual suspen diberikan oleh pihak aplikator disaat mendapat  laporan kecurangan dan pelanggaran mitra dari pelanggan aplikasi.

Putus mitra adalah sanksi terberat yang diberikan oleh pihak aplikator ojek online kepada mitranya yang melanggar kebijakan dan kode etik. Sanksi ini diberikan kepada mitra yang melakukan pelanggaran yang berat. Seperti penipuan, tindak kriminal, pelecehan seksual, kecurangan untuk mendapat kekayaan secara instan (order fiktif) dan lain sebagainya.

Sanksi suspen (perhentian sementara) biasanya dikenakan selama 1 hari hingga 1 minggu akun tidak aktif, akun driver akan kembali normal setelah masa sanksi selesai. Namun jika dalam satu minggu sanksi ini terus berjalan, mitra bisa mengajukan ke kantor pusat untuk keterangan lebih lanjut.

Jika pelanggaran yang dilakukan mitra terdeteksi sebagai pelanggaran berat, maka sanksi suspen bisa menjadi sanksi putus mitra.

Apakah Sanksi Putus Mitra Bisa di Aktifkan Lagi?

Perlu diingat bahwa sekali putus mitra ojek online, besar kemungkinan akun tidak bisa aktif selamanya. Anda juga tidak akan bisa daftar kembali dengan identitas yang sama di penyedia aplikasi ojek online yang sama.

Namun terkadang ada pemutihan akun-akun yang telah putus mitra bisa di aktifkan kembali. Seperti di Gojek yang memberikan kesempatan pada driver yang terkena putus mitra untuk bisa aktif kembali.

Baca :  Bolehkah Driver Menggunakan Fake GPS Saat Menjalankan Orderan?

Namun tidak semua akun bisa aktif, tergantung dari pelanggaran mitra yang terkena putus mitra. Jika pelanggarannya berat seperti kriminal, penipuan dan tindakan asusila, jangan harap akun bisa aktif lagi.

Bagaimana jika Akun driver ojek online tidak bisa aktif kembali setelah terkena pemutusan mitra?

Hal-Hal Yang Dilakukan Driver Setelah Putus Mitra

Ngetime di basecamp gojek
Image : tribunnews.com

Tidak semua driver beruntung bisa aktif kembali setelah terkena sanksi pemutusan mitra ojek online. Namun putus mitra bukan akhir segalanya, karena rezeki setiap orang tidak hanya melewati satu jalan itu saja.

Berikut hal-hal yang bisa dilakukan driver ojek online setelah terkena sanksi pemutusan mitra :

1. Daftar Menjadi Driver Ojek Online di Aplikasi Lain

Memang berat bagi sebagian driver yang sudah menjadikan pekerjaan sebagai tukang ojek online ini sebagai pekerjaan utamanya dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Putus mitra berarti kehilangan pekerjaan yang sama artinya kehilangan tempat mencari nafkah.

Namun pemutusan mitra bukan akhir segalanya, ada banyak jalan lain untuk mencari nafkah di luar sana. Seperti semboyan brand ojek online Gojek #PASTIADAJALAN, yang mana bisa diartikan dalam arti yang luas.

Seperti yang kita tau bahwa kita hanya bisa mendaftar di aplikasi ojek online hanya sekali seumur hidup, jika terjadi pemutusan mitra maka kita tidak akan bisa mendaftar kembali dengan identitas yang sama.

Lantas, jalan satu-satunya adalah dengan mendaftar di aplikasi ojek lainnya sebagai driver. Toh di Indonesia saat ini ada beberapa aplikasi ojek online selain dua brand besar Grab dan Gojek.

Meskipun masih tidak seramai kedua brand besar tersebut, beberapa tahun kedepan mungkin persaingan aplikator ojek online akan semakin merata dengan keunggulan masing-masing.

Baca :  Pentingnya Rating Driver Gojek Dan Cara Menaikkan Rating Driver Gojek 2019

2. Beli Akun Driver

Dengan pengalaman sebagai tukang ojek online, mendaftar di aplikasi ojek online lainnya bukan perkara sulit. Namun untuk bisa menyamai perolehan pendapatan seperti pendapatan di aplikasi ojek online sebelumnya (sebelum putus mitra) tentu bukan perkara mudah.

Kebanyakan driver lebih memilih untuk beli akun baru dari pemilik akun driver ojek online yang sudah tidak dipakai lagi. Biasanya, si pemilik tidak memakai akun ojek onlinenya karena memiliki kesibukan lain. Sehingga beliau tidak ada waktu untuk melakukan pekerjaan sebagai tukang ojek online.

Jual beli akun ojek online ini memang tidak dibenarkan, karena hal ini juga merupakan pelanggaran kode etik ojek online. Namun jual beli akun, merupakan jalan alternatif agar bisa mendapatkan pekerjaan sebagai ojek online lagi. Besarnya harga jual beli akun ojek online tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak.

Namun yang harus diingat, penggunaan akun yang berbeda dengan identitas pemiliki aslinya merupakan pelanggaran yang bisa berujung putus mitra. Jadi jangan kaget jika sewaktu-waktu akun yang Anda beli ini terkena sanksi putus mitra, karena akun beli rawan dengan suspen dan putus mitra.

3. Mencari Pekerjaan Lain

Sebagian driver yang terkena putus mitra, akan mencari solusi lain dalam mencari nafkah. Daftar sebagai ojek online di aplikasi lain tidak menjamin bisa mendapatkan penghasilan yang sepadan. Begitupun dengan membeli akun ojek online, juga rentan terkena pengaduan yang berujung sanksi pemutusan mitra.

Maka jalan satu-satunya adalah dengan mencari pekerjaan lain selain sebagai ojek online. Entah itu mencoba bekerja di suatu perusahaan maupun mencoba solo karir dengan berwirausaha kecil-kecilan.

Putus mitra bukan akhir segalanya, pasti ada jalan yang terbaik untuk memperbaiki kehidupan. Keep Fight Driver Ojek Online.

Salam Satu Aspal

Share This :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *